Tampilkan postingan dengan label More. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label More. Tampilkan semua postingan

Apa Yang Terjadi Pada 2012

>> Kamis, 15 Januari 2009



Bagian luar Tata Surya masih memiliki banyak planet-planet minor yang belum ditemukan. Sejak pencarian untuk Planet X dimulai pada awal abad ke 20, kemungkinan akan adanya planet hipotetis yang mengorbit Matahari dibalik Sabuk Kuiper telah membakar teori-teori Kiamat dan spekulasi bahwa Planet X sebenarnya merupakan saudara Matahari kita yang telah lama “hilang”.
Tetapi mengapa cemas duluan akan Planet X/Teori Kiamat ini? Planet X tidak lain hanya merupakan obyek hipotetis yang tidak diketahui?
Teori-teori ini didorong pula dengan adanya ramalan suku Maya akan kiamat dunia pada tahun 2012 (Mayan Prophecy) dan cerita mistis Bangsa Sumeria tentang Planet Nibiru, dan akhirnya kini memanas sebagai “ramalan kiamat” 21 Desember 2012. Namun, bukti-bukti astronomis yang digunakan untuk teori-teori ini benar-benar melenceng.
Pada 18 Juni kemarin, peneliti-peneliti Jepang mengumumkan berita bahwa pencarian teoretis mereka untuk sebuah massa besar di luar Tata Surya kita telah membuahkan hasil. Dari perhitungan mereka, mungkin saja terdapat sebuah planet yang sedikit lebih besar daripada sebuah obyek Plutoid atau planet kerdil, tetapi tentu lebih kecil dari Bumi, yang mengorbit Matahari dengan jarak lebih dari 100 SA. Tetapi sebelum kita terhanyut pada penemuan ini, planet ini bukan Nibiru, dan bukan pula bukti akan berakhirnya dunia ini pada 2012. Penemuan ini penemuan baru dan merupakan perkembangan yang sangat menarik dalam pencarian planet-planet minor dibalik Sabuk Kuiper.
Dalam simulasi teoretis, dua orang peneliti Jepang telah menyimpulkan bahwa bagian paling luar dari Tata Surya kita mungkin mengandung planet yang belum ditemukan. Patryk Lykawa dan Tadashi Mukai dari Universitas Kobe telah mempublikasikan paper mereka dalam Astrophysical Journal yang menjelaskan tentang planet minor yang mereka yakini berinteraksi dengan Sabuk Kuiper yang misterius itu.
Kuiper Belt Objects (KBOs)
Sabuk Kuiper menempati wilayah yang sangat luas di Tata Surya kita, kira-kira 30-50 SA dari Matahari, dan mengandung sejumlah besar obyek-obyek batuan dan metalik. Obyek terbesar yang diketahui adalah planet kerdil (Plutoid) Eris. Telah lama diketahui bahwa Sabuk Kuiper memiliki karakteristik yang aneh, yang mungkin menandakan keberadaan sebuah benda (planet) besar yang mengorbit Matahari dibalik Sabuk Kuiper. Salah satu karakterikstik tersebut adalah yang disebut dengan “Kuiper Cliff” atau Jurang Kuiper yang terdapat pada jarak 50 SA. Ini merupakan akhir dari Sabuk Kuiper yang tiba-tiba, dan sangat sedikit obyek Sabuk Kuiper yang telah teramati dibalik titik ini. Jurang ini tidak dapat dihubungkan terhadap resonansi orbital dengan planet-planet masif seperti Neptunus, dan tampaknya tidak terjadi kesalahan (error) pengamatan. Banyak ahli astronomi percaya bahwa akhir yang tiba-tiba dalam populasi Sabuk Kuiper tersebut dapat disebabkan oleh planet yang belum ditemukan, yang mungkin sebesar Bumi. Obyek inilah yang diyakini Lykawka dan Mukai telah mereka perhitungkan keberadaannya.




Peneliti Jepang ini memprediksikan sebuah obyek besar, yang massanya 30-70 % massa Bumi, mengorbit Matahari pada jarak 100-200 SA. Obyek ini mungkin juga dapat membantu menjelaskan mengapa sebagian obyek Sabuk Kuiper dan obyek Trans-Neptunian (TNO) memiliki beberapa karakteristik orbital yang aneh, contohnya Sedna.
Sejak ditemukannya Pluto pada tahun 1930, para astronom telah mencari obyek lain yang lebih masif, yang dapat menjelaskan gangguan orbital yang diamati pada orbit Neptunus dan Uranus. Pencarian ini dikenal sebagai “Pencarian Planet X”, yang diartikan secara harfiah sebagai “pencarian planet yang belum teridentifikasi”. Pada tahun 1980an gangguan orbital ini dianggap sebagai kesalahan (error) pengamatan. Oleh karena itu, pencarian ilmiah akan Planet X dewasa ini adalah pencarian untuk obyek Sabuk Kuiper yang besar atau pencarian planet minor. Meskipun Planet X mungkin tidak akan sebesar massa Bumi, para peneliti masih akan tetap tertarik untuk mencari obyek-obyek Kuiper lain, yang mungkin seukuran Plutoid, mungkin juga sedikit lebih besar, tetapi tidak terlalu besar.
“The interesting thing for me is the suggestion of the kinds of very interesting objects that may yet await discovery in the outer solar system. We are still scratching the edges of that region of the solar system, and I expect many surprises await us with the future deeper surveys.” - Mark Sykes, Direktur Planetary Science Institute (PSI) di Arizona.
Planet X tidaklah menakutkan
Jadi darimana Nibiru ini berasal? Pada tahun 1976 sebuah buku kontroversial berjudul “The Twelfth Planet” atau “Planet Keduabelas” ditulis oleh Zecharian Sitchin. Sitchin telah menerjemahkan tulisan-tulisan kuno Sumeria yang berbentuk baji (bentuk tulisan yang diketahui paling kuno). Tulisan berumur 6000 tahun ini mengungkapkan bahwa ras alien yang dikenal sebagai Anunnaki dari Planet yang disebut Nibiru, mendarat di Bumi. Ringkas cerita, Anunnaki memodifikasi gen primata di Bumi untuk menciptakan homo sapien sebagai budak mereka.




Ketika Anunnaki meninggalkan Bumi, mereka membiarkan kita memerintah Bumi ini hingga saatnya mereka kembali nanti. Semua ini mungkin tampak sedikit fantastis, dan mungkin juga sedikit terlalu detil jika mengingat semua ini merupakan terjemahan harfiah dari tulisan kuno berumur 6000 tahun. Pekerjaan Sitchin ini telah diabaikan oleh komunitas ilmiah sebagaimana metode interpretasinya dianggap imajinatif. Meskipun demikian, banyak juga yang mendengar Sitchin, dan meyakini bahwa Nibiru (dengan orbitnya yang sangat eksentrik dalam mengelilingi Matahari) akan kembali, mungkin pada tahun 2012 untuk menyebabkan semua kehancuran dan terror-teror di Bumi ini. Dari “penemuan” astronomis yang meragukan inilah hipotesa Kiamat 2012 Planet X didasarkan. Lalu, bagaimanakah Planet X dianggap sebagai perwujudan dari Nibiru?
Kemudian terdapat juga “penemuan katai coklat di luar Tata Surya kita” dari IRAS pada tahun 1984 dan “pengumuman NASA akan planet bermassa 4-8 massa Bumi yang sedang menuju Bumi” pada tahun 1933. Para pendukung hipotesa kiamat ini bergantung pada penemuan astronomis ini sebagai bukti bahwa Nibiru sebenarnya adalah Planet X yang telah lama dicari para astronom selama abad ini. Tidak hanya itu, dengan memanipulasi fakta-fakta tentang penelitian-penelitian ilmiah, mereka “membuktikan” bahwa Nibiru sedang menuju kita (Bumi), dan pada tahun 2012, benda masif ini akan memasuki bagian dalam Tata Surya kita, menyebabkan gangguan gravitasi.
Dalam pendefinisian yang paling murni, Planet X adalah planet yang belum diketahui, yang mungkin secara teoretis mengorbit Matahari jauh di balik Sabuk Kuiper. Jika penemuan beberapa hari lalu memang akhirnya mengarah pada pengamatan sebuah planet atau Plutoid, maka hal ini akan menjadi penemuan luar biasa yang membantu kita memahami evolusi dan karakteristik misterius bagian luar Tata Surya kita.

Read more...

>> Selasa, 13 Januari 2009

Mungkin sebagaian dari kita pernah menyaksikan film Back To The Future, di mana Marty berkelana kembali ke masa silam atau malah ke masa depan dengan bantuan Doc yang menciptakan mesin waktu yang dipasang pada sebuah mobil. Mungkin juga kita pernah menyaksikan film The Terminator, di mana cyborg yang diberi nama TheTerminator dikirim dari masa depan untuk membunuh seorang wanita bernama Sarah J. Connor karena John Connor, anaknya di masa depan akan menjadi penentang sebuah sistem komputer bernama Skynet yang ingin menghancurkan kehidupan manusia di bumi ini. Kedua film ini pada intinya menceritakan perjalanan mengarungi waktu atau time travelling. Dalam film apa saja bisa terlihat nyata. Tapi jika dalam kehidupan yang sebenarnya apakah mungkin?

Terlepas dari perdebatan mungkin dan tidak mungkin, adalah seorang bernama John Titor yang mengaku sebagai seorang pengelana waktu. Orang aneh ini mengaku dirinya seorang tentara Amerika di tahun 2036. John ditugaskan kembali ke tahun 1975 untuk memperbaiki sebuah komputer IBM 5100 yang menurutnya diperlukan untuk men"debug" sebagian besar progam komputer di tahun 2036 mengacu pada "UNIX 2038 timeout error". ( Ini mungkin sebuah istilah yang membingungkan dan harus menunggu 28 tahun lagi untuk dimengerti ---pen). John Titor sengaja dipilih karena kakeknya terlibat langsung dalam pembuatan dan pemrograman komputer IBM 5100 ini. Mirip dengan kisah Back To The Future, John juga memasang mesin waktunya dalam sebuah mobil.

Paling tidak itulah yang dia posting dalam sebuah forum yaitu Time Travel Institute. Pada mulanya tokoh kita ini tidak menggunakan nama John Titor untuk postingnya, namun cuma nama TimeTravel_0. Nama John Titor baru dipakai setelah John diharuskan memasukkan nama untuk sign up untuk mendapatkan account di Art Bell BBS di mana kemudian ia melanjutkan menulis beberapa pengalamannya sebagai seorang pengelana waktu sampai di akhir Maret 2001 postingnya berakhir begitu saja. Walau demikian sampai saat ini banyak situs yang memperoduksi ulang posting John Titor yang tentunya ditambahi narasi dan hal-hal yang berhubungan dengan tokoh kita ini. Salah satunya adalah http://www.johntitor.com/ yang masih online sampai saat ini.

Ada hal yang menarik dari John Titor selain pengakuan yang membuat dahi kita mengernyit ini, yaitu prediksi-prediksinya akan peristiwa-peristiwa penting yang akan terjadi beberapa tahun setelah posting-postingnya itu. Beberapa di antaranya adalah :

Perang saudara di Amerika yang dimulai ketika pemilihan presiden di tahun 2004 dan berakhir tahun 2008.

Olimpiade Musim Panas 2004 adalah Olimpiade terakhir yang akan dilaksanakan.

Perang Dunia III tahun terjadi di tahun 2015 yang ditandai dengan serangan nuklir Rusia ke Amerika, China dan Eropa.

Seperti kita ketahui dua prediksi di atas ternyata tidak terbukti karena tidak ada perang saudara empat tahun terakhir ini di Amerika dan Olimpiade Musim Panas 2006 justru telah sukses dilaksanakan. Kita tinggal menunggu tahun 2015. Mudah-mudahan salah juga. Bukan untuk mengatakan bahwa cerita John Titor hanya bohong belaka tapi Perang Dunia III? Nggak deehh!!

Perdebatan John Titor masih tetap menarik di kalangan peminat kisah pengelana waktu, baik yang tertarik dengan fiksi ilmiahnya maupun pemerhati fisika modern ala Stephen Hawking. Terlepas dari kebenaran dan kebohongan yang diungkapkan John Titor, sebuah buku diterbitkan dengan judul John Titor A Time Traveler's TaleolehThe John Titor Foundation Inc. Cobalah simak pengakuan ibu dari John Titor berikut ini:

"John began posting online with my husband's computer and email address. After about a week, he started using alternate names and Internet routes for his activity. We expressed concern about our security but he assured us we were safe. He said that not only would no one believe him but also the technology to locate him would not be used or could be defeated for a short period. He also had an unusual amount of trust with the people he spoke with online." 

Percaya atau tidak, semuanya di tangan rekan-rekan.

www.johntitor.com

Read more...

Twilight

>> Jumat, 12 Desember 2008


LOS ANGELES, SENIN -- Twiligth, film yang berkisah tentang gadis remaja yanga jatuh cinta pada seorang vampire, tak mampu menebar pesonanya lagi di puncak tangga film box office. Pekan ini, film
garapan sutradara Catherine Hardwicke ini, tergeser oleh pesonanya film drama komedi Four Christmases, yang dibintangi Reese Witherspoon dan Vince Vaughn.

Twilight, film yang diangkat berdasarkan adaptasi cerita novel Stephenie Meyer hanya mampu meraih pendapatan sebesar 39,5 juta dolar saja, pada pekan Thanksgiving ini. Hingga pemutarannya di pekan kedua, film yang telah diputar selama sepuluh hari di 3,425 bioskop di kawasan Amerika Itu, telah meraup total pendapatan sebesar 119,7 juta dolar.

Four Christmases, garapan sutradara Seth Gordon ini, langsung menebar pesona pada pemutaran pekan pertamanya, dengan meraih pendapatan sebesar 46,7 juta dolar AS. Film tersebut kembali menghantarkan Reese Witherspoon menjadi perhatian setelah hampir tiga tahun, filmnya tak begitu mencolok di tangga box office. Terakhir, penampilannya menjadi sorotan ketika ia tampil dalam film Walk the Line di tahun 2005.

Di posisi tiga besar ditempati film Bolt. Film arahan sutradara Chris Williams dan Byron Howard, meraup pendapatan sebesar 36 Juta Dolar AS. Selama dua pekan diputar, film yang pengisi suaranya melibatkan aktor John Travolta, tak begitu mulus mengumpulkan pundi-pundi uangnya dengan hanya mengumpulkan 66,9 juta dolar saja.

Sementara film Bond ke-22, Quantum of Solace, terus melorot posisinya. Pekan ini berada di urutan keempat dengan perolehan pendapatan sebesar 28,1 juta dolar AS.

Film drama epik, Australia, yang dibintangi Nicole Kidman dan Hugh Jackman harus puas berada di urutan keempat pada pemutaran pekan pertamanya. Australia hanya memperoleh pendapatan sebesar 20 juta dolar AS. Posisi Australia, masih cukup baik ketimbang film Milk milik sutradara Gus Van Sant, yang berada di posisi bontot sepuluh besar dengan meraih 1,87 juta dolar AS saja.

Milk merupakan film yang mengisahkan jejak kehidupan Harvey Milk, seorang gay yang terpilih menjadi anggota dewan pengawas di San Francisco untuk pertamakalinya di tahun 1977. (imdb/aceshowbiz/EH)

Read more...

Gw idup

Lilypie Kids birthday Ticker

About This Blog

About This Blog

  © Blogger template Romantico by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP